Sebagaiman diketahui, tanaman kelapa sawit salah satu jenis tanaman yang
sangat banyak menyerap unsure hara dan air, kelapa sawit ada yang
mengklasifikasi tanaman yang kurang ramah lingkungan. Dewasa ini luas
kebun kelapa sawit di Indonesia berkembang dengan pesat sekali sejalan
dengan perkembangan permintaan terhadap crude palm oil (CPO) yang diolah
lebih lanjut untuk berbagai jenis pangan seperti minyak goring,
margarine, sabun, dan bahan baku penolong pada berbagai produk pangan.
Akhir-akhir ini, CPO diolah menjadi bio-diesel dan green-diesel sebagai
bahan bakar untuk transportasi dan industry, sebagai bahan pencampur
atau pengganti bahan bakar fosil (BBM), yang lebih ramah lingkungan.
Karena
tingginya animo masyarakat dan dunia usaha untuk membuka kebun sawit
baru, luas kebun sawit yang ditaman pada lahan yang tingkat kemiringan
tinggi. Akar sawit yang merupakan akar serabut, system perakarannya yang
dangkal kurang mampu menahan air dalam tanah dan aliran air permukaan
(run off) yang tinggi ketika hujan, sehingga bias menimbulkan banjir di
hilir, terkikisnya permukaan tanah yang mengandung humus, keruh dan
mendangkalnya sungai-sungai, dan dampak negative lainnya. Ketika musim
kemarau lahan mongering, pertanaman sawit itu sendiri kekurangan air,
sungai-sungai mendangkal, sungai sebagai prasrana transportasi menjadi
terganggu.
Kedua kondisi diatas menyebabkan pupuk yang
diberikan kepada pertanaman baik organic atau non organic menjadi
berkurang efektifitasnya, hanyut (leaching) ketika musim hujan, dan
kurang melarut ketika musim kemarau sehingga tanaman sulit menyerapnya.
Seperti diketahui pupuk mahal, dan biaya pemupukan juga mahal. Pekebun
sawit bias dapat untung dari usahanya, sedangkan masyrakat dan Negara
rugi karena dampak lingkungan akibat perkebunan sawit. Tentu kondisi ini
sama-sama tidak diinginkan oleh pekebun yang rugi karena pupuknya
hanyut, kurang efektif, humus dikebunya menipis dengan cepat, sebaliknya
masyarakat rugi kerena dilanda banjir pada musim hujan, kekeringan pada
musim kemarau, transportasi sungai terganggu pada musim hujan dan
kemarau panjang. Pemerintah juga rugi, biaya social yang dikeluarkannya
lebih besar dari pajak dan retribusi yang diterima. Kalau dihentikan
perluasan atau peremajaan sawit, mengakibatkan pertambahnya pengangguran
dari sector hulu, hilir, jasa trasnportasi, dan jasa pendukung
lainnhya, ekspor menurun, harga minyak goteng dalam negeri menjadi lebih
tinggi. Keadaan yang saling merugikan ( loss-loss condition) atau makan
buah simalakama.
Solusi yang saya tawarkan, adalah membuat
biopori diantara pohon sawit dengan membuat lobang dengan bor tanah
sedalam 1-1,5 meter, dengan diameter 10-15 cm, bagian atas diberi pipa
paralon sepanjang 15 cm, agar lobang tidak tertutup oleh tanah yang
runtuh dari sekitar lobang. Kedalam lobang dimasukan bekas pemberihan
gulma di sekitar pohon sawit.
Manfaat yang diterima oleh pekebun
adalah menyediakan pupuk organis bagi pertanaman, menyerap air hujan,
sehingga berkurangnya aliran air dan masuk kedalam tanah, pada biopori
akan berkembang cacing tanah yang akan mengurai bekas gulma dan tanah
disekitar biopori yang dapat dimanfaatkan oleh pertanaman sawit,
kapasitas penyimpanan air dalam tanah akan lebih besar yang bias
dimanfaatkan oleh pertanaman pula, dan efektifitas pemupukan akan lebih
baik. Perkurangnya air permukaan akan dapat mencegah banjir dan
menghanyutkan humus atau bunga tanah di perkebunan sawit, dan hasilnya
adalah produktivitas kebun sawit akan meningkat, perkebunan sawit akan
lebih ramah lingkungan. Namun untuk membuat biopori tentu perlu biaya,
saya kira biaya yang dikeluarkan oleh pekebun sawit akan lebih kecil
dari manfaat yang diterima oleh pekebun dalam jangka panjang, apa lagi
kalau disbanding dengan biaya lingkungan yang dikeluarkan pemerintah dan
masyarakat karena bencana.
Saya sampai saat ini belum pernah
membaca atau mendengar penggunaan biopori di kebun sawit, biopori
dikembangkan di perkotaan untuk mengatasi, banjir perkotaan dan sekarang
akan dikembangkan di Kebun Raya Bogor. Dengan analisa analogis, biopori
ini bias dekembangkan pada perkebunan tanaman keras seperti sawit,
karet, kelapa, kopi, rambutan, durian, dan tanaman keras lainnya. Semoga
ada ahli agronomis, foretry dan ekonom pertanian yang menelitinya dan
pekebun sawit yang mecobanya, semoga (Dasril Daniel, Jambi, 26 Februari
2009)
Sumber : http://dasvenches.blogspot.com
Mengenai Saya
- Nadhia Rizki Aziza
- I'm student JatiEndah Elementary School, 50 Junior High School, 7Vocational High School
Me
My name is Nadhia Rizki Aziza
Hello blogger :) I want to tell you some about me! :D heaven with my blog ok ˆ⌣ˆ
I was born in a town known as "kota kembang" and you'll know that it Bandung :) . I was born on Wednesday, 12 March 1997 in a midwife near my grandmother's house. My mother's name "Aryanti" and my father is "Riadi Agustiana". I have a brother and 2 little sisters. My brother's name "Andrian Ramadan", my sister first "Nadila Rizki Aziza" and my second sister is "Nabila Rizki Aziza". My sister is named "Nabila Rizki Aziza" is dead: (but me and my family should not be sad because Allah would take care of properly.
There is a funny thing that always makes me laugh when told by my mother that when I was just born my father suddenly passed out =)) . When my mother was giving birth I was at the midwife, who accompanied her father only just-_-because at that time my brother is also named "Andrian Ramadan" is her birthday and to celebrate with the aunt, om, grandfather, grandmother and others. But never mind,because I think that this birth as a birthday gift for my brother who wanted to have a younger brother.
Maybe just a few from me. thank you hopefully want to read this story in my blog something useful to you ˆ⌣ˆ
I was born in a town known as "kota kembang" and you'll know that it Bandung :) . I was born on Wednesday, 12 March 1997 in a midwife near my grandmother's house. My mother's name "Aryanti" and my father is "Riadi Agustiana". I have a brother and 2 little sisters. My brother's name "Andrian Ramadan", my sister first "Nadila Rizki Aziza" and my second sister is "Nabila Rizki Aziza". My sister is named "Nabila Rizki Aziza" is dead: (but me and my family should not be sad because Allah would take care of properly.
There is a funny thing that always makes me laugh when told by my mother that when I was just born my father suddenly passed out =)) . When my mother was giving birth I was at the midwife, who accompanied her father only just-_-because at that time my brother is also named "Andrian Ramadan" is her birthday and to celebrate with the aunt, om, grandfather, grandmother and others. But never mind,because I think that this birth as a birthday gift for my brother who wanted to have a younger brother.
Maybe just a few from me. thank you hopefully want to read this story in my blog something useful to you ˆ⌣ˆ
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar